The
Legend of Langkawi is about Mashuri - a beautiful young maiden who was
unjustly punished for adultery. The unjust punishment was a result of
betrayal and spite of the part of those envious of her beauty and
chastity.
The
sentence for adultery at the time was death. Legend has it that Mashuri
bled blood that was white when she was executed. In her dying breath,
Mashuri cursed the island and its inhabitants. She swore that for seven
generations the people of Langkawi would suffer. Apparently they did
until the era of former Prime Minster of Malaysia, Tun Dr. Mahathir
Mohamad, who helped transformed Langkawi into an island that is today a
major tourist attraction of Malaysia - and home to LIMA - the Langkawi
International Maritime and Aerospace Exhibitions.
Lagenda Langkawi
Lagend
Langkawi adalah mengenai Mashuri, seorang dara muda yang cantik molek.
Mashuri disalah-hukum untuk kesalahan berzina. Hukuman yang tidak
berpatutan itu adalah hasil daripada pengkhianatan mereka yang cemberu
akan kejelitaan dan kesucian Mashuri.
Menurut lagenda, Mashuri berdarah putih semasa dia dihukum mati.
Pada saat-saat terakhirnya, Mashuri telah menyumpah Langkawi
serta penghuni-penghuni pulau itu. Sumpah Mashuri mengakibatkan
Langkawi dan penghuni-penghuninya menderita selama tujuh generasi.
Tampaknya, sumpah Mashuri berterusan sehingga era bekas Perdana
Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad. Beliau telah membantu
menjelmakan Langkawi menjadi sebuah pulau destinasi pelancongan. Hari
ini, Langkawi juga merupakan tuan rumah kepada LIMA - Pameran Udara dan
Maritim Langkawi.